AtribusiDari belanja promosi sampai ke NUP
Belanja promosi
Rp 0
Kuartal I 2026, seluruh kanal berbayar
Marketing sales teratribusi
Rp 0
dari total Rp 316,00 M
Biaya per NUP
Rp 0
rata rata seluruh kanal
Tidak teratribusi
100 persen
Rp 316,00 M tanpa sumber yang jelas
Kinerja kanal
Diurutkan berdasarkan biaya per NUP. Klik baris untuk detail.
Periode: Januari sampai Maret 2026
| Kanal | Belanja | Lead | Terkualifikasi | Kunjungan | NUP | Marketing sales | Biaya per lead | Biaya per NUP | Efisiensi |
|---|
Saran realokasi anggaran
Berdasarkan biaya per NUP historis, bukan janji. Nadi menunjukkan dasar perhitungannya.
Alokasi saat ini
Meta 33 persenExpo 25 persenGoogle 14 persenRumah123 11 persenTikTok 7 persenLainnya 10 persen
Saran
Expo 32 persenMeta 27 persenGoogle 15 persenReferral 10 persenRumah123 10 persenLainnya 6 persen
Pindahkan Rp 410 juta dari TikTok Ads Program referral dan kapasitas expo
TikTok menghasilkan 980 lead tapi hanya 2 NUP. Referral menghasilkan 16 NUP dengan belanja Rp 95 juta.
Perkiraan tambahan 8 sampai 14 NUP per kuartal
Geser 20 persen anggaran Meta Ads Retargeting pengunjung expo yang belum dihubungi
Ada 1.847 pengunjung Pesta KPR, dan 1.253 di antaranya belum pernah dihubungi sama sekali.
Perkiraan tambahan Rp 18 sampai 31 miliar marketing sales
Pertahankan Rumah123, turunkan Lamudi dan 99.co Anggaran konten untuk proyek stok siap huni
Portal menghasilkan volume, tapi konversi ke NUP jauh di bawah kanal lain.
Efisiensi biaya per NUP turun sekitar 15 sampai 22 persen
Angka proyeksi adalah perkiraan berdasarkan konversi historis kanal, bukan janji. Nadi menampilkan dasar perhitungannya di setiap saran.
Rp 316,0 miliar marketing sales tidak bisa ditelusuri ke kanal mana pun (100 persen)
- • Lead masuk lewat WhatsApp tanpa penanda kanal
- • Pembeli datang langsung ke gallery tanpa ditanya tahu dari mana
- • Lead duplikat tercatat di dua kanal berbeda